A.PENDAHULUAN
Perubahan cara pandang pelaksanaan pembelajaran dikelas menuntut guru untuk mengikuti pola perubahan peran mereka. Perubahan dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa ternyata tidak terlalu mudah diikuti oleh guru, mudah mengucapakan akan tetapi implementasi dikelas ternyata tidaklah terlalu mudah.
Modul ini menempatlkan model-model pembelajaran mendahului pendekatan pembelajaran. Karena secara hierarkis memang demikian, sekalipun terkadang kedua istilah ini tumbang tindih bagi seorang guru dalam menyusun RPP adalah hal yang mutlak diperlukan menguasai model-model pembelajaran yang memayungi sejumlah pendekatan pembelajaran. Denga demikian keinginan mengubah paradikme agar pembelajaran berpusat pada siswa dapat terlaksana.

B.TUJUAN
Setelah mempelajari metode ini, diharaokan dapat:
1.Menyebutkan model-model pembelajaran
2.Mengidentifikasikan model pembelajaran sesuai dengan model yang melingkupinya
3.Menyusun sintak pembelajaran yang berasal dari dua atau labih pendekatan.

Pengertian Model Pembelajaran
Model pembelajaran adalah berbagai cara-gaya belajar siswa dalam aktivitas pembelajaran, baik di kelas ataupun dalam kehidupannya sehari-hari antar sesama temannya atau orang yang lebih tua.
Dengan memahami model belajar ini, diharapkan para guru dapat membelajarkan siswa secara efisien sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif.

Model-model pembelajaran merupakan langkah dan prosedur yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Berikut ini Beberapa model pembelajaran:
1.Model pembelajaran dengan pendekatan induktif
Pendekatan ini dikembangkan oleh pilosopis Perancis bernama Bacon yang menghendaki penarikan kesimpulan didasarkan atas fakta-fakta yang konkrit sebanyak mungkin. Semakin banyak fakta semakin mendukung hasil kesimpulan. Pada abad pertengahan, system induktif ini disebut juga dogmatif, artinya langsung mempercayai begitu saja tanpa berfikir rasional.

Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam model pembelajaran dengan pendekatat induktif dije;askan sebagai berikut:
1.Guru memilih kpnsep, prinsip, aturan, yang akan disajikan dengan pendekatan induktif.
2.Guru menyajikan conto-cotoh khusus, prinsip, aturan yang memungkinkan siswa memperkirakan sifat umum yang terkandung dalam contoh.
3.Guru menyajikan bukti yang berupa contoh tambahan untuk menunjang atau mengangkat perkiraan
4.Guru menyusun pernyataan mengenai sifat umum yang telah terbukti berdasarkan langkah-langkah terdahulu.
5.Menyimpulkan, memberi penegasan dari beberapa contoh kemudian disimpulkan dari contoh tersebut serta tindak lanjut.
Pembelajaran indiktif, menurut Maxmun (2003) dapat dikombinasi dengan yang lain disesuiakan dengan materi yang akan disampaikan, tujuan serta kondisi siswa.

2.Model pembelajaran dengan pendekatan deduktif
Model ini merupakan model dengan pendekatan yang mengutamakan penalaran dari umum ke khusus. Hal ini berbeda dengan pendekatan induktif yang dari khusus ke umum.
Langkah langkah yang dapat ditempuh dalam model pembelajaran dengan pendekatan deduktif dijelaskan sebagai berikut:
1.Guru memilih konsep, prinsip, aturan yang akan disajikan.
2.Guru menyajikan aturan, prinsip yang bersifat umum, lengkap dengan definisi dan contoh-contohnya
3.Guru menyajikan contoh-contoh khusus agar siswa dapat menyusun hubungan antara keadaan khusus dengab aturan prinsip umum yang didukung oleh media yang cocok
4.Guru menyajikan bukti-bukti untuk menunjang atau menolak kesimpulan bahwa keadaan umum itu merupakan gambaran dari keadaan khusus
3.Model ekspositori
Model ini merupakan suatu model dengan pendekatan yang menekankan pada interaksi guru dengan siswa. Dalam pendekatan ini terjadi komunikasi satu arah yaitu dari guru kesiswa sehingga guru jauh lebih aktif dari pada siswa. Guru banyak berbicara untuk menginformasikan bahan ajar kapada siswa, sementara siswa sebagai objek. Siswa menerima apa yang diceramahkan guru dan sambil mendengarkan penjelasannya siswa menulis apa yang diperintahkan guru, atau yang dianggap penting. Model pembelajaran ekspositori lebih tepat diterapkan pada siswa kelas satu atau kelas rendah. Guru menggunakan system satu arah karena anak kelas satu SD cenderung pasif. Mereka baru mampu menerima ceramah dari guru saja tapi belum mampu memberi umpan balik, lebih-lebih jika guru sudah mempersiapkan semuanya sehingga siswa sudah nyaman dan tertegun dengan penjelasan gurunya.
Secar umum langkah-langkah pembelajaran ekspositori dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.Guru menyiapka materi dan perlengkapan lain yang akan disampaikan
2.Apersepsi dengan sedikit mengulangi pelajaran yang lalu
3.Setelah itu guru menyampaikan konsep-konsep materi
4.Guru yang kreatif akan menyiapkan perlengkapan yang mendukung seperti gambar, kaset, dan yang lain disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
5.Guru mulai mengadakan pembelajaran, model ini yang aktif adalah guru lebih-lebih untuk siswa SD kelas satu atau dua, anak masih malu-malu dan takut sehingga pembelajaran tampak satu arah.
6.Guru menyimpulkan, menegaskan dan menyetel kaset yang sesuai dan memberi tindak lanjut.
4.Model pembelajaran Terpadu
Model pembelajaran terpadu adalah suatu pembelajaran yang mengkaitkan tema-tema yang senada atau over laping, kemudian dikemas menjadi tema yang akan dibahas dalam suatu pembalajaran . Ada sepuluh macam pembelajaran terpadu namun di sini akan disajikan tiga macam model pembelajaran.
a.Model webbed (jaring laba-laba)
disini guru emilih tema yangsama atau hamper sama pada bidang studi yang berbeda.
b.Model terpadu connected
dalam model pembelajaran ini keterhubungan guru perlu memiliki keterampilan untuk memilih tofik materi yang cenderung sama atau over laping dalam satu mata pelajaran.
c.Model terpadu integrated
marilah kita mencoba model integrated dengan memilih tema seperti mengenal pentingnya alam seperti dunia tumbuhan dan hewan. Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti halnya dunia tumbuhan dan hewan akan sangat bermakna jika dikatkan dengan kehidupan anak sehari-hari, baik dirumah, sekolah, maupun masyarakat.
Langkah-langkah pembelajaran model terpadu integrated sebagai berikut:
1.Guru menentukan salah satu tema dari mata pelajaran yang akan dipadukan dengan tema-tema pada mata pelajaran lain.
2.Guru mencari tema –tema dari mata pelajaran lain yang memiliki makna yang sama
3.Geru memandukan tema-tema dari beberapa mata pelajaran yang dikemas menjadi satu tema besar
4.Guru menyusun RPP yang terdiri dari gabungan konsep-konsep bebrapa mamta pelajaran. Dalam pembelajaran terpadu guru perlu menentukan lebih banyak indicator dari pada yang model lainnya.
5.Guru menentukan alokasi waktu karena untuk pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu lebih dari satu kali pertemuan.

Adapun hal yang akan lebih kami tekankan yaitu mengenai model EKSPOSITORI.
Kelebihan dari model ekspositori:
1. Model pembelajaran ekspositori lebih tepat disajikan / diterapkan pada siswa kelas satu atau kelas rendah
2. Model pembelajaran ekspositori jika dipadukan dengan teori belajar Thorndike akan menambah semangat dan motivasi belajar siswa
3. Adanya pengulangan pelajaran yang telah lalu

Kekurangan dari model ekspositori
1. Hanya terjadi komunikasi satu arah
2. Guru banyak berbicara untuk menginformasikan bahan ajar kepada siswa, sementara siswa hanya sebagai objek
3. Tampak tidak ada interaktif dari siswa