LATAR BELAKANG MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)

. SEJARAH MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah

MBS memiliki banyak pengertian, bergantung dari sudut pandang orang yang mengartikannya. Nurkholis (2003:1), misalnya, menjelaskan bahwa Manejemen Berbasis Sekolah terdiri dari tiga kata, yaitu manjemen, berbasis dan sekolah.

            Pertama,  istilah manejemen memiliki banyak arti. Secara umum manejemen dapat diartikan sebagai proses mengelola sumber daya secara efektifuntuk mencapai tujuan. Ditinjau dari aspek pendidikan, manejemen pendidikan diartikan sebagai segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek, menengah maupun tujuan jangkan panjanga. Kedua, kata berbasis mempunyai kata dasar basis atau dasar. Ketiga, kata sekolah merujuk pada lembaga tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Bertolak dari arti ketiga istilah itu, maka istilah Manejemen Berbasis Sekolah dapt diartikan sebagai segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan sumber daya yang berdasar pada sekolah itu sendiri dalam proses pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Baca lebih lanjut…

BIMBINGAN dan KONSELING terhadap anak berkebiasaan buruk

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Keberhasilan dalam melaksanakan suatu tugas merupakan dambaan setiap orang.Berhasil berarti terwujudnya harapan.Hal ini juga menyangkut segi efisiensi, rasa percaya diri ataupun prestise.Lebih-lebih bila keberhasilan tersebut terjadi pada tugas atau aktivitas yang berskala besar. Namun perlu disadari bahwa pada dasarnya setiap tugas atau aktivitas selalu berakhir pada dua kemungkinan : berhasil atau gagal.

Belajar merupakan tugas utama siswa, disamping tugas-tugas yang lain. Keberhasilan dalam belajar bukan hanya diharapkan oleh siswa yang bersangkutan, tetapi juga oleh orang tua, guru dan juga masyarakat.Tentu saja yang diharapkan bukan hanya berhasil, tetapi berhasil secara optimal.Untuk itu diperlukan persyaratan yang memadai, yaitu persyaratan psikologis, biologis, material dan lingkungan sosial yang kondusif. Baca lebih lanjut…

Konsep profesi keguruan

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan di sekolah sekaligus memegang tugas dan fungsi ganda, yaitu sebagai pengajar dan sebagai pendidik. Sebagai pengajar guru hendaknya mampu menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru diharapkan dapat membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri (Deden, 2011). Baca lebih lanjut…

Pengembang dan strategi pengembangan kurikulum sekolah

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang Masalah

Kebijakan otonomi daerah merembet juga ke persoalan pendidikan.Semenjak digulirkannya isu manajemen berbasis sekolah dan menjadi puncaknya pada otonomi pendidikan,persoalan yang berkait dengan dunia persekolahan menjadi kian dinamis.Berkembangnya iklim demokrasi mendorong diberlakukannya Undang-undang Nomor 32 tahun 2003 tentang otonomi daerah.Otonomi daerah diikuti dengan diberlakukannya otonomi pendidikan yang memberikan keleluasaan kepada daerah untuk menentukan kebijakan-kebijakan operasional penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya masing-masing. Baca lebih lanjut…

Aliran Neopositivisme

BAB I

PENDAHULUAN

  1. 1.    Latar Belakang Masalah

Saat kemunculan pertama,filsafat tidak memiliki definisi lain selain sebagai cara atau seni menuju bujak. Dalam konseptualisasi ekstrem,filsafat pada periode pertama saat mulai disadari bahkan tidak,belum memiliki nama apapun,termasuk filsafat. Akan tetapi,pada perkembangannya,saat minat manusia pada bahasa meningkat,filsafat kemudian mengalami fenomena kebahasaan,dan terkontroversikan dalam berbagai istilah sehingga pada akhirnya secara alami,sejarah menentukan takdirnya dengan memilih istilah filsafat sebagai nama untuk menyebut cara menuju bijak.

Secara etimologi filsafat berasal dari bahasa Yunani philosophia. Philos artinya suka, cinta atau kecenderungan pada sesuatu, sedangkan Sophia artinya kesederhanaan. Dengan demikian secara sederhana filsafat dapat diartikan cinta atau kecenderungan pada kebijaksanaan. Baca lebih lanjut…

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA LISAN

Sub bab: Strategi pembelajaran bahasa lisan dan penerapannya dalam kegiatan berbicara dan dramatisasi kreatif.

Pendahuluan

1.Latar belakang masalah
Keterampilan berbahasa ada empat aspek,yaitu keterampilan berbicara,menyimak menulis,dan berbicara.Dalam berbicara,si pengirim pesan mengirimkan pesan dengan menggunakan bahasa lisan.Dalam mengirimkan pesan,antara lain si pengirim harus memiliki keterampilan dalam melakukan proses encoding. Sebaliknya dalam menerima pesan si penerima harus memiliki keterampilan dalam proses decoding. Baca lebih lanjut…

Model-model pembelajaran

Examples Non Examples

CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD

Langkah-langkah:

1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2. Guru menempelkan gambar dipapan atau ditayangkan melalui OHP
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Baca lebih lanjut…